Jam Operasional :
Kisaran Harga :
Deskripsi :
Menurut Sejarah nenek moyang pertama Mata Rumah Waruhu datang dari Negeri Rumah Kay ke Negeri Rutong pada abad ke-9 atau di Tahun 800 dengan membawa pohon mange-mange dan pohon sagu yang kemudian ditanam dan hingga saat ini tumbuh subur di Negeri Rutong, dimana sagu juga merupakan makanan pokok orang Maluku yang diolah menjadi papeda dan sagu lempeng. Sagu bagi orang Maluku bukan sekadar tanaman, melainkan sumber kehidupan dan identitas budaya yang diwariskan turun-temurun.
Di hutan ini, pengunjung dapat melihat langsung hamparan pohon sagu yang tumbuh subur serta mengenal proses pengolahan sagu, mulai dari penokokan hingga menjadi bahan makanan tradisional. Selain menjadi pusat pangan lokal, Hutan Sagu Rutong juga menyimpan nilai kearifan lingkungan. Masyarakat setempat menjaga kelestarian hutan ini dengan penuh kearifan, menjadikannya contoh nyata hubungan harmonis antara manusia dan alam. Wisatawan yang datang tidak hanya akan disuguhkan dengan panorama hijau yang asri, tetapi juga dapat merasakan pengalaman wisata edukasi budaya yang otentik.


